ada kelabu menyusuri setiap relung hati ini
semua menyeruak tanpa syarat
termenung
memandangi semarak pagi ini
ada ocehan penuh rasa sayang dari kawan-kawan tercinta
yang terkejut melihat kedatanganku
tiba-tiba
mungkin itu yang ada di benak mereka
ya, seharusnya memang aku tak pulang sepagi itu
ada kejadian mengejutkan
yang memaksaku mempertimbangkan rasa
rasa orang-orang lainnya yang juga ku sayangi
demi mu
semoga
kau tak sebegitunya lagi terluka
semoga kau tidak terlalu kecewa
tenang kawan, ini pun bisa jadi hanya konspirasi
tak usahlah terlalu bersedih hati
aku selalu bersamamu
tapi maaf sangat
jika kali ini kita sedikit berbeda
percayalah, aku tak berkehendak
dan aku tak kuasa
merubah apapun
karena aku bukanlah apa-apa
Rabu, 27 Mei 2009
Jumat, 22 Mei 2009
Garuda Wishnu Kencana cultural park
wah, akhirnya saya dapat melihat dengan mata kepala sendiri, master a piece I Nyoman Nuarta, Garuda Wishnu Kencana. Sudah tau sebelumnya sih, kalau patung kepala yang sering menjadi latar belakang foto para turis itu hanya seperbagian patung seutuhnya yang direncanakan. namun, begitu melihat maket (atau miniatur ya?) dalam versi lengkap, kaget campur kagum gum lah yang terasa. Ya, kepala yang sudah besar luar biasa itu ternyata hanya menjadi bagian kecil dari keseluruhan patung yang direncanakan. besaran keseluruhan patung sendiri, menurut informasi yang saya dapat dari mister google, adalah bertinggi 146 meter dengan lebar 66 meter.
lokasi letak si patung ini pun sangat menakjubkan. bukit kapur yang di potong sedemikian rupa, sehingga membentuk semacam gapura-gapura alam. luasnya sendiri jangan ditanya, 25 hektare aja dong!!
sebuah megaproyek yang membutuhkan keambisiusan tinggi dan ehm, juga dana yang tak sedikit tentunya. sayang, kemarin saat kunjungan saya ke sana, tak terlihat tanda-tanda kelanjutan mega proyek ini. sedikit bocoran dari guide, nantinya patung ini akan menjadi patung terbesar di dunia, namun saya jadi meragu. melihat waktu pengerjaan yang sepertinya malah terhenti itu, apa ndak takut nantinya di balap sama pematung-pematung lain?
lah wong, belum jadi kok malah sudah mengklaim akan menjadi yang ter..
tapi..
kalau benar si patung yang terbuat dari campuran tembaga dan kuningan ini sudah jadi, bisa jadi keberadaannya tidak hanya menjadi landmark pulau dewata saja. Indonesia pun dalam lingkup sebuah negara saya rasa sah saja menjadikannya sebagai landmark negara. maaf ya monas, bukan berarti menisbihkan keberadaanmu kok, malah saya mencarikanmu teman.
saya dapat merasakan atmosfer bintang dari kawasan Garuda Wishnu Kencana ini. belum jadi saja sudah menjadi tujuan bagis ebagian besar turis yang menyambangi Bali. logikanya, nanti kalau sudah jadi, apalagi?!!!
belum lagi kawasannya yang memang indah sekali untuk dijadikan lokasi pertunjukkan. dengar-dengar, lokasi ini juga menjadi perlambang penyatuan antara dunia nyata dan maya, eh, ghoib maksud saya.. wah, sebuah entitas yang mempertimbangkan keseimbangan, dan mungkin juga penghargaan pada alam yang sudah begitu murah hatinya memberikan banyak kenikmatan untuk manusia reguk..
Kamis, 21 Mei 2009
bersetubuh dengan alam
deburan ombak di luar sana memanggil-manggil saya untuk menghampirinya. ya, bersetubuh dengan alam merupakan nikmat tak terkira. sebuah nikmat tak tergantikan bahkan dengan candu sekalipun.
hh..kesempatan yang tak terduga dan sangat menyenangkan. pantai Jimbaran membuat saya cinta mati tanpa syarat. meski kemarin waktu saya tercurahkan sepenuhnya, rasa rindu di pagi buta telah menyeruak tak tertampung. bahkan, mata ini baru terbuka meski belum sempurna, rasanya tak sabar untuk bercerita pada rumah maya ini.
Rabu, 20 Mei 2009
met Andra & The Backbone
hari yang penuh keajaiban. tak selalu harus berarti positif kan? tapi hari ini bagi saya sama sekali tak biasa. tapi yang paling pertama mau saya pamerkan adalah pertemuan dengan Andra and The Backbone (maaph ya kalau spell-nya salah).
huhu..mereka baik sekali loh, mau menunggu hingga membentuk formasi lengkap tiga personel demi memenuhi keinginan sang penggemar yang ingin berfoto bersama, ya, penggemar itu saya.
modal cengar-cengir malu-malu, saya meminta ijin pada mereka. ternyata baru pulang dari Surabaya, hayo, siapa yang baru melihat performance mereka di kota pahlawan itu?
Hh..tak bisa berkata-kata lah, intinya hari senang senang sekali, soal kejutan tak menyenangkannya, nanti saja saya bagi, tapi tak sekarang ah..
oia, sebenarnya, ini pun sedang mencoba akses layanan internet yg baru saja di setting di Comro, tes tes, sebelum yang lebih berkepentingan menggunakannya.
Selasa, 19 Mei 2009
pelaksanaan komitmen
pagi yang penuh kejutan. ya, hari ini program reguler kecintaan saya, 'Healthy Life" tidak tayang. ada Breaking News mengenai jatuhnya pesawat Hercules di Madiun. Yuhu, rasa hati ini seperti rujak. manis, asem, asin, pedas. senang-senang gimana.
stasiun televisi tempat saya bernaung kali ini memiliki komitment kuat dalam hal penyampaian berita. asalkan peristiwa ini dianggap cukup penting, tak pandang program lain harus mengalah lah lah kalah.
ya, meskipun program yang ditimpa ini telah menjadi slot klien. yak pandang bulu bung, berita tetap yang utama.
canggih ya. kami menolak uang, demi sampainya berita di masyarakat. kasihan klien sih, sudah jauh-jauh datang, bahkan pasiennya datang dari Cianjur. apa mau dikata, komitmen harus terlaksana bukan?
Edwin sih tetap melanjutkan kegiatan santunan memberikan kru sarapan pagi. kami, sebagai pihak internal sih senang-senang saja. tak merasa rugi.
uhm, mungkin AE-nya yang panik plus bingung. dan host tentunya yang dibayar setiap episode yang airing.
yah, hidup terkadang harus berbenturan dengan komitmen. entah merugikan atau menguntungkan, sebaiknya komitmen tetaplah harus dijaga. lalu, bagaimana jika komitmen ini bersinggungan dengan hajat hidup pihak lain? semua tergantung, ya tergantung persepsi, benar atau salahnya.
stasiun televisi tempat saya bernaung kali ini memiliki komitment kuat dalam hal penyampaian berita. asalkan peristiwa ini dianggap cukup penting, tak pandang program lain harus mengalah lah lah kalah.
ya, meskipun program yang ditimpa ini telah menjadi slot klien. yak pandang bulu bung, berita tetap yang utama.
canggih ya. kami menolak uang, demi sampainya berita di masyarakat. kasihan klien sih, sudah jauh-jauh datang, bahkan pasiennya datang dari Cianjur. apa mau dikata, komitmen harus terlaksana bukan?
Edwin sih tetap melanjutkan kegiatan santunan memberikan kru sarapan pagi. kami, sebagai pihak internal sih senang-senang saja. tak merasa rugi.
uhm, mungkin AE-nya yang panik plus bingung. dan host tentunya yang dibayar setiap episode yang airing.
yah, hidup terkadang harus berbenturan dengan komitmen. entah merugikan atau menguntungkan, sebaiknya komitmen tetaplah harus dijaga. lalu, bagaimana jika komitmen ini bersinggungan dengan hajat hidup pihak lain? semua tergantung, ya tergantung persepsi, benar atau salahnya.
ow..pusing!!
pasti pernah ada dalam posisi membicarakan orang. yah..sebuah kegiatan yang aduhai menyenangkan. mudah memang mengorek aib seseorang. terlebih, jika kita kadung tidak suka terhadap seseorang, apapun yang dilakukan pasti ada saja cacatnya.
sekarang dibalik, bagaimana jika kita atau gantilah saya menjadi orang yang sedang dibicarakan. kita sudah sama-sama tahu, arti kata dibicarakan disini tentu dalam konotasi negatif.
percayalah, sunggu8h tak enak rasanya. tak nyaman sekali. terlebih, saya adalah tipe orang yang selalu memikirkan dan terkadang emosi pun ikut terlibat.
ya, saat ini saya sedang dalam posisi itu. seorang rekan kerja menggunjingkan, katanya saya akhir-akhir ini sering terlambat memenuhi tenggat waktu. lucu. yang membicarakan saya ini sama sekali tek berhubungan langsung dengan hasil kerja saya. lebih lucunya lagi, dia mengalamatkan keterlambatan tenggang ini tanpa melihat kapan waktu ideals eharusnya saya memenuhi deadline. lagi-lagi lucu, tuduhannya salah total.
hm..agak membingungkan ya?
begini, saya bertanggung jawab untuk memenuhi tenggat waktu pada host bukan pada narasumber. yeah, terkadang 'sebaiknya' saya juga mengirimkan script pada narasumber, namun batasannya adalah agar mereka tidak merasa kagok dan tahu sejauh mana materi yang akan dibahas dalam program. jadi ini hanya semacam tugas tambahan, bukan kewajiban.
tiba-tiba ada selentingan, akhir-akhir ini saya 'menjadi' sering terlambat memberikan script untuk narasumber. bahkan ada embel-embel, keterlambatan saya ini akibat terlalu bergaul akrab dengan si anu yang memiliki citra tak sempurna di kantor.
duh, kasihan sekali si anu ya..
kasihan juga saya, mungkin jika saya tidak bergaul akrab dengan si anu, tuduhan atau selentingan ini tak perlu muncul.
saya mencoba cuek, tak peduli. toh mereka salah alamat. tapi kok sulit ya?
ah, tiba-tiba teringat pepatah, "biarkanlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu"
tapi, rekan kerja saya kan bukan anjing, dan saya bukanlah kafilah..
ya sudah, namanya juga pepatah, mungkin tinggal jawab saja, "ya iyalah, kan kafilahnya budek"
sekarang dibalik, bagaimana jika kita atau gantilah saya menjadi orang yang sedang dibicarakan. kita sudah sama-sama tahu, arti kata dibicarakan disini tentu dalam konotasi negatif.
percayalah, sunggu8h tak enak rasanya. tak nyaman sekali. terlebih, saya adalah tipe orang yang selalu memikirkan dan terkadang emosi pun ikut terlibat.
ya, saat ini saya sedang dalam posisi itu. seorang rekan kerja menggunjingkan, katanya saya akhir-akhir ini sering terlambat memenuhi tenggat waktu. lucu. yang membicarakan saya ini sama sekali tek berhubungan langsung dengan hasil kerja saya. lebih lucunya lagi, dia mengalamatkan keterlambatan tenggang ini tanpa melihat kapan waktu ideals eharusnya saya memenuhi deadline. lagi-lagi lucu, tuduhannya salah total.
hm..agak membingungkan ya?
begini, saya bertanggung jawab untuk memenuhi tenggat waktu pada host bukan pada narasumber. yeah, terkadang 'sebaiknya' saya juga mengirimkan script pada narasumber, namun batasannya adalah agar mereka tidak merasa kagok dan tahu sejauh mana materi yang akan dibahas dalam program. jadi ini hanya semacam tugas tambahan, bukan kewajiban.
tiba-tiba ada selentingan, akhir-akhir ini saya 'menjadi' sering terlambat memberikan script untuk narasumber. bahkan ada embel-embel, keterlambatan saya ini akibat terlalu bergaul akrab dengan si anu yang memiliki citra tak sempurna di kantor.
duh, kasihan sekali si anu ya..
kasihan juga saya, mungkin jika saya tidak bergaul akrab dengan si anu, tuduhan atau selentingan ini tak perlu muncul.
saya mencoba cuek, tak peduli. toh mereka salah alamat. tapi kok sulit ya?
ah, tiba-tiba teringat pepatah, "biarkanlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu"
tapi, rekan kerja saya kan bukan anjing, dan saya bukanlah kafilah..
ya sudah, namanya juga pepatah, mungkin tinggal jawab saja, "ya iyalah, kan kafilahnya budek"
Senin, 18 Mei 2009
Boediono
saya yang biasanya masa bodoh dengan iklim politik kini menyatakan cinta mati pada Boediono. sebenarnya saya tidaklah terlalu mengenal sosok laki-laki jawa yang terkenal pelit bicara ini. sosoknya baru menempel di otak saat SBY menggantikan kedudukan ical sebagai menteri perekonomian. entah kenapa, senyumnya yg sepertinya tulus langsung memudarkan pandangan remeh dan kecewa saya pada beberapa pejabat.
setelah ditelusuri lebih jauh, Boediono ternyata memanglah seseorang yang terkenal dengan citra alim dan santun.
sedih juga, melihat idola saya ini mendapat sansungan dengan julukan neoliberalis. belum lagi statement Gus Dur yang menyebut-nyebut nya dengan julukan agen IMF. duh Gusti, masih saja toh suka mengeluarkan kalimat lugas tanpa tedeng aling-aling dan bukti. heran saya, kok ya masih ada yang mempercayainya. masih ada saja media yang memutar rekaman kalimat tak penting itu berulang-ulang.
huh, tak objektif mungkin melihat kondisi saya yg memang sedang mabuk kepayang dengan cawapres dari SBY ini.
paling tidak, mengutip dari Tempo, ironis sekali dengan tuduhan antek asing sedangkan Boediono-lah yg menjauhkan bangsa ini dari jeratan IMF. bisa saja ini strategi, jika Bapak murah senyum ini benar-benar seorang suruhan IMF. masa bodoh, saya kadung cinta. paling tidak, jaman Megawati, Boediono mampu menekan inflasi dari 13 persen menjadi 5 persen.
So, nikmat mana lagi yang kamu ragukan..
maju terus pak, saya akan membujuk kawan-kawan untuk memilihmu..
setelah ditelusuri lebih jauh, Boediono ternyata memanglah seseorang yang terkenal dengan citra alim dan santun.
sedih juga, melihat idola saya ini mendapat sansungan dengan julukan neoliberalis. belum lagi statement Gus Dur yang menyebut-nyebut nya dengan julukan agen IMF. duh Gusti, masih saja toh suka mengeluarkan kalimat lugas tanpa tedeng aling-aling dan bukti. heran saya, kok ya masih ada yang mempercayainya. masih ada saja media yang memutar rekaman kalimat tak penting itu berulang-ulang.
huh, tak objektif mungkin melihat kondisi saya yg memang sedang mabuk kepayang dengan cawapres dari SBY ini.
paling tidak, mengutip dari Tempo, ironis sekali dengan tuduhan antek asing sedangkan Boediono-lah yg menjauhkan bangsa ini dari jeratan IMF. bisa saja ini strategi, jika Bapak murah senyum ini benar-benar seorang suruhan IMF. masa bodoh, saya kadung cinta. paling tidak, jaman Megawati, Boediono mampu menekan inflasi dari 13 persen menjadi 5 persen.
So, nikmat mana lagi yang kamu ragukan..
maju terus pak, saya akan membujuk kawan-kawan untuk memilihmu..
Langganan:
Postingan (Atom)