Kamis, 27 Agustus 2009
Tentang Rasa Nyaman
Ada kesepakatan tak tertulis
Tentang rasa nyaman
Membuat setiap orang akan meyakini
Keberadaan pasangan jiwa
Telah menyata di hadapan
Apakah ada banyak orang yang mampu memberikannya?
Jawabnya ada padamu
Karena sajak ini
Menyerahkan diri sepenuhnya
Pada orang-orang yang begitu murah hati
Rela luangkan waktu
Membacanya
Semoga
Kamu membacanya dengan hati
Tak sekedar mata
Cipete, 25 Agustus 2009
Tentang rasa nyaman
Membuat setiap orang akan meyakini
Keberadaan pasangan jiwa
Telah menyata di hadapan
Apakah ada banyak orang yang mampu memberikannya?
Jawabnya ada padamu
Karena sajak ini
Menyerahkan diri sepenuhnya
Pada orang-orang yang begitu murah hati
Rela luangkan waktu
Membacanya
Semoga
Kamu membacanya dengan hati
Tak sekedar mata
Cipete, 25 Agustus 2009
Lelakiku
Lelakiku,
Jangan pernah ulangi lagi
Mencipta sebuah asa
Pada setiap potongan hati
Yang tercecer di luar sana
Lelakiku,
Kamu mungkin mencipta luka
Meski tak ingin apalagi sadar
Sungguh ada luka menganga
Yang tak kan sembuh
Jadi,
Jangan lagi kamu mengulangi
Cipete, 25 Agustus 2009
Jangan pernah ulangi lagi
Mencipta sebuah asa
Pada setiap potongan hati
Yang tercecer di luar sana
Lelakiku,
Kamu mungkin mencipta luka
Meski tak ingin apalagi sadar
Sungguh ada luka menganga
Yang tak kan sembuh
Jadi,
Jangan lagi kamu mengulangi
Cipete, 25 Agustus 2009
Sebentar Saja Jangan Membatu
Sebentar Saja Jangan Membatu
Batu,
Sebutanku padamu
Karena kamu seakan membatu
Kokoh berdiri disana
Tetap pada pendirian
Satu sisi
Aku senang tak kepalang
Kamu baik
Tapi tunggu dulu
Ini tak baik bagiku
Jadi,
Kurangi batumu
Sedikit saja untukku
Biar cepat kuhabiskan
Sedang dia
Akan memiliki sisa-sisa batumu
Tentu dengan bagian yang jauh lebih besar
Setelahnya
Aku, Kamu dan Dia akan melanjutkan hidup
Seperti sedia kala..
Cipete, 25 Agustus 2009
Batu,
Sebutanku padamu
Karena kamu seakan membatu
Kokoh berdiri disana
Tetap pada pendirian
Satu sisi
Aku senang tak kepalang
Kamu baik
Tapi tunggu dulu
Ini tak baik bagiku
Jadi,
Kurangi batumu
Sedikit saja untukku
Biar cepat kuhabiskan
Sedang dia
Akan memiliki sisa-sisa batumu
Tentu dengan bagian yang jauh lebih besar
Setelahnya
Aku, Kamu dan Dia akan melanjutkan hidup
Seperti sedia kala..
Cipete, 25 Agustus 2009
Rabu, 01 Juli 2009
ulang tahun kali ini..

hari ini saya berulang tahun..
setiap menginjak tanggal paling sulung di bulan juli ini, saya selalu memperingati hari lahir, serunya lagi, setiap tahun selalu memberikan kesan tersendiri, tanpa kecuali.
ya, bahkan hari ini ulang tahun saya di siarkan di tipi nasional, tak tanggung-tanggung, kemunculannya bahkan hingga satu segment!!!
wuah, kaget, haru, seneng, seneng banget, trus seneng lagi dan senang lah pokoknya.
kurang ajarnya, Edwin Lau (hayo, siapa yg gak tau doi?) menemplokkan satu loyang kue taart tepat di muka saya, sumpah, seumur-umur baru kali ini terjadi!!! bayangkan, kue yang terlihat yummy penuh coklat itu mubazir begitu saja akibat terpapar wajah saya yg penuh kuman ini.
namun di balik ini semua, ada satu kisah ironis. ibuku, perempuan yang bisa jadi paling menyayangiku, justru lupa tanggal keramat ini. ya, beliau baru ingat setelah melihat tayangan healthy life include saya dengan tampang yang super culun ini. sapiclesh gak tau mo ngomong apa, lagian kan saya gak pernah tuh belajar tata krama jika harus berada di layar kaca, toh dari dulu pun kerjaan saya memang cuma berada di belakang layar, secara tampang pun tak mendukung sodara-sodara!!!
beberapa pesan dan ucapan selamat menghampiri, mulai dari pesan singkat di ponsel, comment status dan pesan dinding facebook hingga jabat tangan penuh cinta. ya, hari ini banyak taburan cinta yang mengalir deras, paling sambil cengar-cengir saya membalas ucapan selamat mereka dengan kalimat "Semoga doa kalian terkabul ya!"
yak gak tau maknanya sih cuma iya, tapi andai mereka berpikir panjang, saat itu kan doa mereka untuk kebaikan saya. jadi intinya, semoga doa mereka agar saya menjadi bla..bla..bla..itu terkabul semua.
dari semua doa. ada satu doa yang begitu mengesankan. yang lain juga berkesan , hanya doa yang satu ini sungguh mampu membuat saya merenung. doa itu datang dari kawan lama, namanya Vandi. katanya, semoga saya tetap dapat memberikan rasa bangga pada orang-orang di sekeliling.
sederhana bukan?
namun harapn ini seakan mengakui selama ini saya telah membuat bangga. jika ya, siapa? ah..Vandi terlalu menilai saya berlebihan. saya belumlah memunculkans etitik rasa bangga bagi siapapun, bahkan meski sekedar untuk diri sendiri.
namun di sini, di hari yang mana kebanyakan orang membuat permohonan, saya menginginkan pada suatu hari kelak ada rasa bangga yang tersemat di benak setiap orang yang sempat bersua dengan saya.
ya, andai klian tahu, betapa beruntungnya saya, dalam satu putaran hidup ini sempat mengenal kalian semua.
Senin, 29 Juni 2009
mimpi burukkah ini?

hidup tanpa impian tak layak untuk dijalani.
yah, kalimat dari opa Plato ini serasa menusuk ulu hati. mengapa? karena saat ini bisa di bilang saya sama sekali sedang tidak bermimpi. yang terlalui hanyalah hal-hal yang memang harus ditempuh. jadi, aku hanyalah melewati putaran waktu, mengikuti kemana arah bayu mengayuh roda kewajiban yang silih berganti tanpa mengenal kata bosan. saya hanya manut dan nunut. tak ada ambisi apalagi mimpi.
hh..ini laksana mimpi buruk. menyerah kalah pada
keadaan. enggan berjuang, apalagi menjemput mimpi. meski ada beberapa plan yang bisa di bilang telah menjadi mimpi sejak beberapa tahun berselang. namun semakin mendekati hari, semakin terasa biasa saja. tidak kutemukan semangat yang membuncah.
mungkin saya terlalu menyatu dengan kata rutinitas.
ah, jika sudah begini, bahagia rasanya sulit sekali tergenggam. saat semua yang dahulu menjadi biasa dan berlabel lumrah, maka kata istimewa semakin tak bermakna. saya, semakin gundah, emndongak dipersimpangan dengan setangkup bingung yang menggelora. apa ini? apa yangs edang kujalani? benarkah menuju tempat yang seharusnya? atau malah perlahan dan pasti terpagar dalam koridor salah tujuan?
gundah dan gulana semakin meraja saja rupanya..
saya dan aku..
saya dan aku..
Langganan:
Postingan (Atom)