Tampilkan postingan dengan label poetri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011

Cinta Liar



gambar dari sini

Cintai aku tanpa ikatan
Berdiamlah di garis-garis tanganku
Cintai aku meski hanya
berpeka-pekan..berhari-hari..berjam-jam..
Karena aku tak mementingkan keabadian
Aku November..bulan badai
bulan hujan..dan dingin
Aku November..maka berkelebatlah di jasadku
Seperti petir


by. Nizar Qabbani

Minggu, 06 Maret 2011

meninggalkan jejak

tidak sedang ingin bercerita
hanya mau meninggalkan sedikit jejak
semacam petilasan
saat aku
sedang berada jauh dari pusat dunia
jauh dari ari-ari yang tertanam

semua yang kutemukan
mengerucut pada satu simpulan
kecintaan pada akar budaya
bagaimanapun
sesuatu yang membiasakan memang mencipta nyaman

itu mutlak

Senin, 27 Desember 2010

menjelang perbatasan


batas akhir semakin mendekat
belum kutemukan berkas-berkas yang harus dipertanggungjawabkan
evaluasi dan berbenah diri
semoga..
hasilnya bukan nihil pencapaian

tanpa malu
aku masih akan kembali menorehkan
poin-poin resolusi
dan kembali mengulang evaluasi
pada desember mendatang
itu juga
jika aku masih memiliki jatah usia..

Rabu, 03 Februari 2010

puisi untuk sepotong cerita di masa lalu


Ada yang hilang di sini, entah apa, aku tah tahu
Semua memisterikan diri
Seakan menjadi abu-abu
Memudar
Dan perlahan menghilang tanpa pamit
Ada yang berdenyut
Entah apa, yang pasti di dalam diriku
Dibarengi dengan memori masa lalu yang berkelebat
Aku rindu aroma daun bambu di sekitar lapangan basket itu
Aku rindu tawa dan makian tanda sayang sahabat di kampus tercinta
Aku ingin mencecap
Aroma semua yang dulu terasa manis
Kini
Ingatanku memburam
Perlahan dan pasti
23 juni 2009


tanpa sengaja kutemukan bait aksara diatas, meski sudah lama di buat, sampai saat ini saya masih merasakan hal yang sama.

Sabtu, 22 November 2008

puisi norak yg baru mo belajar mandiri


ada semburat senja di sini

mungkin hari akan habis sebentar lagi

namun aku belum juga menghasilkan

belum juga memberi guna

bagi emak,

bagi abah

juga bagi adikku semata wayang


aku hanya mampu berdiri

dengan kedua kaki

dan semoga..

sedikitnya aku tetap begini

kalau bisa sih lebih lagi..